Posts

~Memaknai Hari Pahlawan di Era Milenial~

Setiap tahun terutama 10 November selalu dihiasi dengan berbagai seremoni dan kegiatan untuk mereflesikan semangat pengorbanan dan jiwa patriotisme para pejuang. Momentum hari pahlawan menjadi bahan renungan mendalam bagi masyarakat Indonesia tidak terkecuali pemuda milenial. Semangat pengorbanan dan nasionalisme yang telah ditunjukkan para pahlawan entah yang diakui namanya ataupun yang tidak terdaftar akan selalu terkenang. Dan sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pendahulunya. Akan tetapi, apa yang dipertontonkan generasi bangsa indonesia terutama pejabat, pelajar, mahasiswa serta masyarakat sangat jauh dari sikap kepahlawanan. Karena mereka hanya sibuk memikirkan diri sendiri atau kelompok, mencaci maki, saling adu domba, perkusi dan saling tuduh, lapor melaporkan. Anak bangsa sebagian tidak lagi melakukan hal terbaik demi kemajuan bangsa dan negara. Semangat nasionalisme yang dimiliki para pahlawan tidak bisa diadopsi oleh pemerintah masa kini...

Sahabat Tetaplah Berproses

Sahabat, Hakikatnya hidup ini adalah rangkaian proses belajar Karena itu terpalah dirimu agar jadi lebih baik. Setiap kejadian yang kita temui dan jalani adalah keputusan-Nya. Jika kita menjalani kehidupan ini tanpa dibarengi niat yang baik Maka tinggallah masa lalu hampa nilai yang tidak dapat memberikan pengaruh apa pun. Marilah menjadi seorang pembalajar sejati. Kita bisa mengambil hikmah dari setiap derap langkah yang telah kita lewati. Meski hal tersebut cukup sulit untuk dilakukan. Sahabat, Seorang pembelajar sejati akan selalu mencoba mencari celah dari setiap kejadian yang dialaminya maupun kejadian yang dialami orang lain. Yuk, Senantiasa memaknai hidup dari sudut pandang positif. Melihat nilai-nilai yang belum tersingkap. Mampu memunculkan keberhargaan walaupun begitu tersembunyi adanya. Sahabat, Belajar dari perjalanan yang telah dilewati. Suatu proses yang benar-benar dapat memberikan banyak manfaat bagi orang lain. Dan sebuah proses belum akan berhenti...

Sinergitas Keluarga dan Teknologi dalam Pendidikan

Disebutkan dalam Wikipedia, keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Dalam Undang-Undang 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, Bab I pasal 1 ayat 6, pengertian keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami, istri dan anaknya; atau ayah dan anaknya (duda), ibu dan anaknya (janda). Konstitusi menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran. Karena keluarga merupakan tempat pendidikan pertama dan utama. Maka, penyelenggaraan pendidikan haruslah merata dan berkeadilan. Dengan kata lain, pendidikan adalah satu untuk semua. Dengan merealisasikan konsep nyata pendidikan untuk semua, maka setiap keluarga harus terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan anggota keluarganya. Disebuah keluarga dibutuhkan sosok berpengaruh sehingga mamp...

Surat Untuk Ibunda, Ibu Indonesia

Ibunda tercinta, Assalamu Alaikum warahmatullahi wabarakatuh Apa kabar Bundaku sayang? Ananda harap ibu dalam keadaan sehat wal afiat dan selalu dalam lindungan yang Maha Penuh Kasih. Sepucuk surat ini tergoreskan untuk bunda…Rasa kangen yang tak tertahankan akan siraman senyum dan belaian kasih sayangmu, terpaksa ananda menuangkan secuil goresan pena, meski rasa kangen belum terobati sepenuhnya.Maafin saya Bunda, tidak ada maksud untuk mengganggu ketenangan Bunda di kampung halaman. Sungguh ananda hanya ingin melepas kangen, meski setiap hari bergelut dengan berbagai kegiatan yang tidak penting. Bundaku….betapa hebatnya dirimu diciptakan di dunia ini. Engkau mempunyai kekuatan yang luar biasa melebihi ayandaku. Pada saat beban menimpa keluarga, engkau begitu tegar mengatasinya, meski kadang ayahanda telah berputus asa. Selain itu, engkau mampu tersenyum lebar, meski kadang hatimu menjerit . Dan lebih hebatnya dirimu lagi Bun, engkau tetap menorehkan syair-syair lagu disaat menet...